09 Feb 2010 @ 9:06 PM 
 

LBI 2010

 

Liga Makin Rame

Liga Bridge Indonesia 2010 sudah bergulir kembali. Tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini sejak jauh-jauh hari sudah banyak yang mendaftar. Semua peserta sepertinya sudah mempersiapkan regunya dengan se- baik-baiknya.

Ya, betul, Liga kali ini jauh lebih seru. Liga makin rame. Antusiasme yang besar dari para peserta membuat kita semua memiliki keyakinan tinggi, bahwa mutu pertandingan dan hasil dari Liga kali ini akan lebih berkualitas dari Liga sebelumnya. Apalagi, Liga 2010 ini dibuka langsung oleh Ketua KONI, Ibu Rita Subowo. Dan, dengan semakin besarnya peluang bridge untuk dipertandingkan di Sea Games, maka LBI kali ini tentu semakin bermakna.

LBI 2009

Tahun 2009, 14 regu-regu bridge mapan dari seluruh Indonesia berlaga untuk menentukan siapa yang terbaik diantara mereka. Para pemain-pemain terbaik dari DKI Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Padang, Manado, dan bahkan dari Banjarmasin bertarung dengan penuh semangat untuk menjadi yang terbaik

Setelah melakukan 26 sesi babak Penyisihan dengan sistim double round robin (dua kali ketemu), maka diperoleh 4 regu teratas, yaitu Mitra Buana Jakarta, Bank BTN Jakarta, Djarum Semarang, dan Geologi Bandung. Kempat regu ini kemudian bertanding di Semi Final yang dilanjutkan dengan babak Final. Bank BTN (Piskanto, Tenny Sompotan, Franky Karwur, Jemmy Bojoh, Leslie Gontha, Giovanni Watulingas, Djinto Pudjiwo, Yani Rumimper) akhirnya keluar sebagai juara, diikuti oleh Mitra Buana, Djarum Semarang dan di posisi keempat Geologi Bandung.

Sayangnya, 2 regu finalis tahun lalu, yaitu Bank BTN dan Mitra Buana tahun ini tidak hadir. Namun, sebenarnya para pemain kedua klub tersebut kini sudah bergabung dengan klub-klub barunya. Jadi sebenarnya hanya sponsor yang mundur, sedangkan para pemainnya tetap beraksi dalam Liga tahun ini.

LBI 2010

Dua puluh regu dari berbagai klub di Indonesia berpartisipasi dalam kontes akbar Liga Bridge Indonesia 2010. Klub-klub mapan tanah air seperti Geologi, Djarum, Syabas Energy, Gabrial UI, Garuda, dan Bhineka sudah jauh-jauh hari mendaftar. Ditambah regu-regu dari Kepri, Bengkalis, Pontianak, dan klub-klub lain di Jakarta seperti Indonesia Power, Elektrika, Alunand, Gunadarma, dan PMC membuat acara ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat bridge Indonesia.

Dua regu Semi Finalis tahun lalu, yaitu Djarum Semarang dan Geologi Bandung kini bahkan hadir dengan jumlah regu yang lebih banyak. Seperti biasa, dua klub terbesar di tanah air ini selalu bersaing ketat dalam setiap ajang yang mereka ikuti. Kali ini, Tim Geologi Timah A hadir dengan hampir semua pemain nasional, dengan andalan Wimpy S Tjetjep/Julius A George yang baru saja menjuarai Asean Bridge Championship (kategori Open Pairs) di Kuala Lumpur, belum lama berselang. Sedangkan Djarum dengan andalannya Santje Panelewen/Stefanus Supeno selalu menjadi saingan terberat dari setiap lawan lawannya. Selain itu, Djarum juga menghadirkan Tim Senior dengan andalannya Bambang Hartono/Munawar Sawirudin yang baru saja meraih Medali Perunggu dalam Seniors Bowl yang berlangsung di Sao Paulo, Brazil.

Namun, kali ini Geologi dan Djarum menghadapi saingan-saingan yang sangat berbobot. Sebut saja Bhinneka Bridge Club Jakarta asuhan Handoyo Susanto yang menurunkan pasangan top nasional Henky lasut/Eddy Manoppo sebagai pasangan utamanya. Regu Bhinneka dengan sendirinya akan menjadi tim yang sangat diperhitungkan oleh peserta lainnya.

Selain itu, hadir regu Syabas Energy pimpinan Syarif Bastaman. Dengan andalannya pasangan Denny Sacul/Franky Karwur tentu tidak bisa dianggap remeh. Regu Syabas berjaya meraih juara pada dua turnamen besar terakhir, yaitu Asean Bridge Club Championships di Kuala Lumpur (kategori Open Team) dan Geologi Cup yang baru saja berlangsung di Bandung. Juga hadir Regu Garuda Jakarta dengan pemain-pemain Harsudi Supandi, WD Karamoy, Donny Tuerah, Bert Polii dan lain lain.

Belum lagi regu-regu kuda hitam lainnya yang kali ini sepertinya sudah sangat siap. Seperti Indonesia Power asuhan Hasyim Arief, Geologi Ladies yang ditulangpunggungi pasangan Lusje Bojoh/Joice Tueje, West Borneo dengan pemain-pemain mudanya, Bengkalis dan Kepri dengan para mantan pemain nasional junior, Elektrika dan PMC dengan pasangan-pasangan yang berpengalaman, dan para mahasiswa Gunadarma yang selalu menjadi batu sandungan bagi regu-regu kuat.

Jelas persaingan kali ini sangat ketat, dan regu manapun yang akan keluar sebagai juara tentu sangat layak untuk mewakili Indonesia di PABF yang berlangsung di Hamilton. Semoga setiap peserta bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, sehingga para penonton di vugraph juga bisa menikmati setiap pertandingan dengan tingkat kepuasan yang tinggi.

Slam Tanpa Finesse di Putaran Pertama

Di putaran pertama yang berlangsung pada 30-31 Januari lalu di Jakarta, regu Syabas Energy untuk sementara berada di peringkat teratas, diikuti oleh regu Elektrika Jakarta di peringkat kedua dan pendatang baru West Borneo di urutan selanjutnya.

Seperti biasa, banyak papan menarik yang muncul di pertandingan yang ketat ini. Dua papan slam dibawah ini menunjukkan bagaimana seorang declarer yang handal tidak perlu melakukan finesse untuk menyelesaikan kontraknya.

Pertama      s5 AK5
E/NS	     h6 AK832
             d6 75
             c6 KJ5
s9 J976		          s7 32
h8 1094			  h7 J65
d8 103		          d9 KQJ964
c7 10763			  c8 Q4
	     s10 Q1084
	     h9 Q7
	     d10 A82
	     c9 A982

Pada papan ini, Selatan mencapai kontrak 6NT setelah Timur buka 3d6 (preemptive). Barat lead d610.

Seperti biasa, sebelum memainkan trik pertama seorang declarer haruslah melihat seluruh asetnya lalu merencanakan strategi terbaik untuk menyelamatkan kontraknya. Ia juga bisa membuat asumsi-asumsi tertentu. Seperti pada papan ini, jika Heart terbagi rata maka sudah tersedia 11 trik, dan trik ke-12 bisa diperoleh dari Spade (jika terbagi atau s5J jatuh) atau Club. Sedangkan jika Heart tidak terbagi rata, tentu declarer harus berasumsi kedudukan di Spade atau Club harus menguntungkan.

Untuk itu, cara yang terbaik adalah pada trik pertama declarer harus membiarkan lawan menang, sekaligus untuk persiapan squeeze, karena dengan Timur memiliki kartu panjang di Diamond, kemungkinan besar Baratlah yang pegang kartu panjang di warna lain. Menangkan trik kedua dengan d6A, lalu main 3 kali Heart.

Jika Timur pada trik ketiga discard, berarti posisi Heart miring, sehingga declarer pada trik ini harus buang Diamond di tangan. Selanjutnya mainkan 4 kali Spade (dengan asumsi Spade bisa 4 trik), yang membuat Barat akan kena squeeze jika ia pegang 4 lembar Heart dan 4 lembar Club dengan c6Q.

Jika pada Heart ketiga Timur ikut, declarer buang Club di tangan, lalu mainkan 3 kali Spade berakhir di dummy untuk main Heart keempat dan kelima. Pada Heart keempat di tangan buang Club, sedangkan Heart kelima hampir pasti akan membuat Barat kena squeeze di Spade dan Club. Ada bonus tersendiri dengan cara main ini, ialah jika Timur pegang distribusi 1363. Jika demikian, tidak perduli siapapun yang pegang c6Q, kontrak sudah pasti bikin, karena ketika di dummy main Heart kelima, kedua lawan sudah kena squeeze (double squeeze). Timur harus menjaga Diamond dan Club, sedangkan Barat harus menahan Spade dan Club. Ketika main Heart kelima, dengan sisa 3 kartu Timur harus menyisakan selembar Diamond dan 2 Club. Selatan buang Diamond, sehingga Barat kena squeeze di Spade dan Club.

Kedua        s5 AKJ5
E/---	     h6 43
             d6 K85
             c6 A982
s9 9743		          s7 Q10
h8 97			  h7 KQ865
d8 73		          d9 1042
c7 K7543			  c8 QJ10
	     s10 862
	     h9 AJ102
	     d10 AQJ96
	     c9 6
Bidding:
Barat Utara Timur Selatan
Pass 1d6
Pass 1s5 Pass 2d6
Pass 2h6 Dbl 2s5
Pass 3d6 Pass 3NT
Pass 4c6 Pass 4h6
Pass 6d6 //

Karena Timur sudah menunjukkan pegang Heart yang bagus, Barat lead h69 terhadap kontrak 6d6 dari Selatan. Declarer ambil h6Q dengan h6A lalu langsung main h6J dari tangan. Menang dengan h6K, Timur beralih ke c6Q.

Menang dengan c6A, declarer ke tangan dengan trump lalu ruff h62, dimana Barat discard Club. Declarer cash d6K, ruff Club untuk cabut trump terakhir, buang s55 di dummy. Sekarang declarer ke dummy dengan Spade untuk ruff Club ketiga, lalu ia harus merenung sejenak untuk menganalisis situasi.

Ia sudah tahu Timur pegang 5 lembar Heart dan 3 lembar trump, lalu Timur juga ikut 3 kali Club dengan c6QJ10. Sudah jelas Timur pegang 3 lembar Club, karena sisa Club diluar tinggal selembar, yaitu c6K. Jika Timur yang pegang kartu tersebut, tentu ia tadi kembali c6K. Atau kalaupun ia menipu kemungkinannya sangat kecil, karena jika selain pegang h6KQxxx ia juga pegang c6KQJ10 kemungkinan besar tadi ia sudah buka.

Makanya, distribusi Timur sudah jelas 2533, dan sekarang declarer harus memainkan h610 yang membuat Barat terpaksa buang Spade (karena ia harus menjaga c6K). Dengan demikian sudah tidak perlu finesse Spade karena sisa Spade diluar tinggal 2-2.

Intinya, dalam memainkan kontrak sulit hanyalah bagaimana kita membiasakan selalu membaca kartu lawan, dan tentu saja ditambah pengetahuan teori play, seperti end-play dan squeeze yang tidak terlalu susah untuk dipelajari.

Harapan

Dengan menyelenggarakan LBI, PB Gabsi diharapkan bisa mengetahui peta kekuatan atlit-atlit bridge nasional. Bisa saja suatu daerah yang sebenarnya sudah mampu bersaing, tetapi karena perkembangannya yang pesat tidak diketahui oleh pusat, maka dalam seleksi nasional atlit-atlit tersebut tidak dipanggil. Dengan demikian pengurus yang berwewenang bisa terus mengawasi dan meneliti pasangan-pasangan yang ikut LBI, dan pasangan-pasangan andalan tersebut bisa dipanggil sewaktu-waktu jika diperlukan.

Selain memperebutkan posisi utama untuk mewakili Open team Indonesia ke Hamilton, seluruh pemain Senior Team dan Ladies Team Indonesia yang akan bermain di PABF juga turut berpartisipasi di even ini. Ini penting buat mereka, sebagai ajang pemanasan sebelum menghadapi lawan sesungguhnya di New Zealand nanti.

Adanya sparring partner yang berkualitas dalam suatu kompetisi yang ketat diharapkan bisa meningkatkan mutu para pemain Senior dan Ladies kita. Regu Senior Indonesia yang sudah biasa menjuarai PABF diharapkan bisa meningkatkan prestasinya dengan menjadi juara dunia, sebuah mimpi indah yang selama ini sebenarnya sudah sangat dekat untuk diraih, namun mungkin hanya nasib baik yang belum menyertai para pemain Senior kita. Sedangkan bagi para pemain Ladies, semoga ajang ini bisa membantu meningkatkan permainan mereka. Diharapkan para srikandi kita paling tidak bisa mendekati kemampuan putri-putri China, saingan terberat kita di PABF yang saat ini menyandang gelar Juara Dunia.

Akhirnya, kita semua hanya bisa berdoa agar kegiatan yang sangat baik ini bisa memberikan hasil yang terbaik juga. Semoga tidak ada suatu halangan apapun yang bisa menghambat perjalanan Liga kali ini. Juga, semoga wakil kita di PABF nanti, siapapun mereka, akan bisa memberikan hasil yang terbaik bagi bangsa dan negaranya. :)

Tags Categories: Event Posted By: Taufik
Last Edit: 09 Feb 2010 @ 09 06 PM

E-mailPermalink
 

Responses to this post » (None)

 


Comments are open. Feel free to leave a comment below.


 

Leave A Comment ...

 

 XHTML:
You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
\/ More Options ...
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 13
  • Comments » 4
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LiteLight
  • No Child Pages.